Peran Desa Sebagai Fondasi Kehidupan Bangsa

by -34 Views

Di tengah meningkatnya bencana ekologis dan tekanan sosial di berbagai daerah, isu desa kembali mengemuka sebagai ruang hidup yang kian terdesak. Desa diposisikan sebagai fondasi kebudayaan dan relasi awal manusia dengan alam. Hal ini ditegaskan dalam malam puncak Festival Desa ke-5 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan di Jakarta. Festival ini bertema “Di Atas Tanah Kita Berdiri, Dari Desa Kita Mengakar”, mengingatkan pentingnya desa dan tanah sebagai ruang hidup bukan hanya sebagai objek ekonomi.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Rano Karno, menjelaskan bahwa Festival Desa lahir dari kegelisahan yang muncul lima tahun lalu. Acara ini tidak hanya merupakan perayaan simbolik, melainkan sebagai bentuk sikap kebudayaan terhadap pembangunan yang selama ini lebih menekankan aspek ekonomi. Ratusan peserta dari berbagai daerah berpartisipasi dalam acara ini dengan mengirimkan karya video dan puisi yang merekam pengalaman hidup di desa serta relasi manusia dengan alam dan ruang sosialnya.

Rano Karno menegaskan bahwa Badan Kebudayaan Nasional tidak mengarah pada aktivitas politik praktis, melainkan berdasarkan prinsip Trisakti yang menjadikan kebudayaan sebagai dasar keberpihakan pada kehidupan. Ibrahim Rusli Junior, Ketua Panitia Festival Desa ke-5 menambahkan bahwa jika nilai ekonomi yang dikejar tidak sebanding dengan kerugian ekologis yang ditimbulkan, maka kebijakan itu dianggap sebagai pengkhianatan terhadap masa depan. Festival Desa ke-5 menjadi ruang refleksi terhadap arah pembangunan yang kerap mengabaikan keseimbangan ekologis dan menegaskan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan lingkungan.

Source link