Raoul Pal merumuskan argumennya berdasarkan konsep likuiditas makro, yang menunjukkan korelasi antara pasokan uang global (M2) dan neraca bank sentral dengan performa Bitcoin. Menurutnya, hubungan ini lebih signifikan dibandingkan dengan efek halving yang biasa diperbincangkan. Tahun 2026 diprediksi sebagai periode di mana berbagai faktor dapat memicu ledakan likuiditas, termasuk stimulus fiskal dan perubahan kebijakan di Amerika Serikat yang dapat menghasilkan arus modal baru ke pasar. Diharapkan bahwa aturan risiko aset yang disesuaikan akan memberikan ruang bagi bank-bank untuk bersikap lebih agresif, menciptakan likuiditas yang cenderung mengalir ke aset-aset berisiko seperti Bitcoin dan Altcoin. Institusi-institusi juga terus mengakumulasi aset kripto, dengan perusahaan-perusahaan publik kini menguasai jumlah Bitcoin yang signifikan. Strategi jangka panjang para pemegang aset ini diharapkan dapat membantu meredam tekanan harga Bitcoin dan Altcoin ketika mengalami penurunan nilai.
Siklus Bitcoin 4 Tahunan Telah Berakhir: BTC Masuki Fase Supercycle





