Hubungan suami istri merupakan aspek penting dalam kehidupan rumah tangga dan merupakan kewajiban yang saling dipenuhi sebagai nafkah batin. Setiap pasangan memiliki cara tersendiri dalam menjaga keharmonisan dan keintiman dalam pernikahan. Namun, muncul pertanyaan mengenai keintiman pasangan terkait praktek memasukkan organ intim suami ke mulut istri dan pandangan Islam terhadap hal tersebut. Buya Yahya menjelaskan bahwa hal ini bergantung pada kesediaan istri, dimana suami tidak boleh memaksa jika istri tidak nyaman melakukannya.
Apabila istri bersedia melakukan tindakan tersebut, Buya Yahya memberikan nasehat untuk memastikan agar air mani tidak tertelan masuk ke perut. Ia juga mengingatkan para suami untuk mengikuti petunjuk Rasulullah SAW dalam urusan ranjang, seperti duduk di atas perut istri saat berhubungan. Buya Yahya juga memperingatkan terhadap praktek harusamu yang diharamkan, seperti berhubungan saat istri menstruasi dan memasukkan organ intim laki-laki ke dubur istri. Keseluruhan, penting untuk menjaga keharmonisan dan keintiman dalam hubungan suami istri sesuai dengan ajaran Islam dan petunjuk Rasulullah.





