Otoritas kejahatan keuangan India, Enforcement Directorate (ED), tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penipuan kripto yang terkait dengan praktik pencucian uang. Dalam upaya terbaru, ED telah melakukan penggeledahan secara bersamaan di tiga negara bagian yang diduga terhubung dengan jaringan investasi kripto palsu. Lokasi penggeledahan tersebar di Karnataka, Maharashtra, dan New Delhi, meliputi rumah tinggal dan kantor. Tindakan ini dilakukan dalam kerangka penyelidikan pencucian uang berdasarkan Prevention of Money Laundering Act (PMLA), dengan kasus yang terdaftar atas nama 4th Bloc Consultants serta beberapa individu lainnya.
Penyelidikan ini dimulai setelah laporan polisi (FIR) dan informasi intelijen dibagikan kepada kepolisian negara bagian Karnataka. ED menggambarkan kasus ini sebagai operasi penipuan keuangan yang terorganisir dan telah berlangsung selama beberapa tahun. Pelaku diduga menjalankan sejumlah platform investasi kripto palsu yang didesain menyerupai situs perdagangan kripto asli. Mereka menjanjikan imbal hasil yang tidak realistis dan menargetkan korban dari dalam dan luar India. Untuk meyakinkan calon korban, para pelaku menggunakan foto tokoh terkenal dan tokoh yang mengklaim sebagai pakar kripto tanpa izin. Beberapa investor awal bahkan mendapat keuntungan kecil untuk membangun kepercayaan sebelum diminta untuk menyetor dana dalam jumlah besar.
Sebagai catatan, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi.





