Kontroversi yang melibatkan Woozi, salah satu anggota grup idola populer SEVENTEEN, selama masa wajib militernya di Pusat Pelatihan Angkatan Darat tengah menarik perhatian publik dan media Korea Selatan. Laporan tentang dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan Woozi mulai menyebar setelah ia menerima permintaan pribadi dari seorang atasan militer untuk membantu mencarikan penyanyi untuk acara pernikahan. Situasi ini memicu perdebatan tentang batas profesionalitas dan hubungan relasi kuasa dalam lingkungan militer, terutama ketika melibatkan figur publik.
Terkait dengan kontroversi ini, Pusat Pelatihan Angkatan Darat memberikan klarifikasi resmi bahwa tidak ada unsur paksaan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak militer juga mengakui bahwa persepsi yang berbeda bisa muncul dari sudut pandang para peserta pelatihan wajib. Meskipun isu ini telah menarik perhatian publik, Pusat Pelatihan Angkatan Darat menyatakan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk memberikan sanksi atau hukuman terhadap pihak yang terlibat.
Dalam upaya untuk menjaga objektivitas dan memahami dinamika hubungan di dalam barak, Pusat Pelatihan Angkatan Darat menyatakan bahwa belum terdapat urgensi untuk mengambil langkah disipliner. Mereka juga berencana melakukan survei terhadap anggota unit untuk meningkatkan budaya barak, dan akan mengambil tindakan jika terjadi kasus perlakuan tidak adil. Meskipun terjadi kontroversi, pihak militer berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan kedisiplinan di masa wajib militer.





