Asingkan Bitcoin sebagai Aset Jaminan dalam Sistem Keuangan Paralel Baru
Sebuah laporan mencatat adanya pergeseran dalam penggunaan aset digital, di mana Bitcoin semakin dianggap sebagai aset jaminan daripada sekadar spekulasi. Hal ini mengubah BTC menjadi lapisan dasar dari sistem keuangan paralel yang baru, menurut pendapat Philipp A. Baumann, pendiri Z22 Technologies.
Selain itu, sifat desentralisasi kripto juga telah mempengaruhi pola kekayaan global. Investor kini mencari program kewarganegaraan dan residensi sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian regulasi, serta untuk melindungi akses ke yurisdiksi perbankan dan perpajakan yang efisien.
Indeks Adopsi Kripto tahunan Henley menempatkan Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Swiss, dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai lima destinasi teratas bagi investor aset digital. Dengan lebih dari USD 14 triliun kekayaan bergerak melintasi batas negara tahun lalu, laporan tersebut menekankan portabilitas kripto yang memungkinkan akses instan dengan frasa seed, menjadikan geografi sebagai pilihan bagi pemegangnya.
Dominic Volek, Group Head of Private Clients di Henley & Partners, menutup pernyataan dengan menggambarkan bagaimana dengan 12 kata yang dihafal, seseorang dapat mengamankan satu miliar USD dalam Bitcoin yang dapat diakses dari manapun, tanpa terikat pada lokasi fisik.





