Seorang eksekutif senior di Coinbase memperingatkan pembuat undang-undang di Amerika Serikat (AS) mengenai risiko memberikan keuntungan strategis kepada pesaing global jika membatasi imbalan pada stablecoin yang diterbitkan AS. Langkah China untuk membayar bunga pada uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC), yuan digital, menambah urgensi dalam perdebatan ini.
Menurut the block, Chief Policy Coinbase, Faryar Shirzad, menyoroti pentingnya debat seputar izin stablecoin dolar AS untuk menawarkan imbal hasil berdasarkan Undang-Undang (UU) Genius, khususnya setelah China memperbolehkan bank untuk membayar bunga pada yuan digital.
Shirzad menekankan bahwa tokenisasi merupakan masa depan, dan Undang-Undang GENIUS adalah langkah visioner untuk menjadikan stablecoin dolar AS sebagai instrumen utama di masa mendatang. Namun, ia juga memperingatkan bahwa kesalahan dalam negosiasi Senat mengenai struktur pasar bisa memberikan keuntungan signifikan kepada pesaing global, merugikan stabilitas dolar AS.
Dalam konteks ini, Shirzad menekankan perlunya melindungi supremasi dolar AS dan kepentingan sistem keuangan AS agar tidak tergerus oleh keuntungan pesaing global yang didorong oleh peraturan yang kurang tepat. Para lobbi dari perusahaan mapan selalu akan menentang perubahan, sehingga para negosiator harus bijaksana dalam melihat dampak dari keputusan yang diambil.





