Pimpinan Adopsi Stablecoin Lokal di Asia 2025: Jepang dan Korea Selatan

by -46 Views

Dari perspektif pembayaran dan struktur pasar, Eddie Xin, kepala riset di OSL Research, memberikan pandangannya bahwa stablecoin non-USD yang menonjol yang diperkenalkan tahun ini adalah stablecoin yang difokuskan sebagai infrastruktur pembayaran dan penyelesaian. Contohnya adalah JPYC Jepang, stablecoin yuan lepas pantai AxCNH, dan KRW1 Korea, yang didesain khusus untuk pengiriman uang lintas batas, perdagangan regional, dan pembayaran perusahaan. Di samping itu, XSGD Singapura dan PHPC Filipina sudah mulai digunakan dalam aliran pengiriman uang dan penyelesaian pendapatan online di Asia Tenggara.

Menurut Xin, tujuan instrumen-instrumen tersebut bukanlah untuk menggantikan dolar, melainkan untuk menghadirkan variasi dalam struktur stablecoin yang saat ini lebih terfokus pada USD. Diversifikasi ini memungkinkan sistem mata uang digital lebih sesuai dengan kerangka moneter domestik dan pola perdagangan regional. Menjelang tahun 2026, Xin memperkirakan bahwa Asia Timur Laut dan Asia Tenggara akan menjadi koridor stablecoin multi-mata uang, dengan fokus utama pada penggunaan dalam pembayaran lintas batas, manajemen modal kerja, dan penyelesaian perdagangan, bukan hanya menambahkan token yang dapat diperdagangkan.

Perlu diingat, keputusan investasi sepenuhnya bergantung pada pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis sebelum melakukan pembelian atau penjualan kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan atau kerugian yang muncul dari keputusan investasi.

Source link