Menurut analis, Bitcoin berpotensi mengalami pertumbuhan besar hingga tahun 2026, didorong oleh faktor-faktor seperti likuiditas global, kebijakan moneter yang longgar, dan regulasi yang semakin jelas di berbagai negara. Saat ini, harga Bitcoin berada dalam kisaran USD 87.000 hingga USD 90.000, menunjukkan pola konsolidasi yang mirip dengan sebelum reli besar pada tahun 2020. Lonjakan harga saat itu terjadi setelah pulih dari tekanan likuidasi pasca COVID-19 pada Maret 2020. Proyeksi dari berbagai analis menyebutkan bahwa Bitcoin berpotensi naik lebih dari empat kali lipat dengan dukungan faktor likuiditas dan kebijakan. Namun, pergerakan harga tetap bergantung pada dinamika pasar dan regulasi. Analis menyarankan investor untuk mengamati indikator teknikal historis seperti Relative Strength Index (RSI) untuk membaca arah pergerakan harga selanjutnya. Jika pola sebelumnya terulang, pasar kripto bisa mengalami reli baru yang menyerupai tahun 2020, di mana Bitcoin kembali menjadi aset yang diminati investor global.
Prediksi Bitcoin Jelang Reli Pasca Lonjakan Emas dan Perak





