Ternyata, perayaan akhir tahun yang biasanya identik dengan kehangatan keluarga tidak selalu dirasakan oleh Pangeran Harry saat masih aktif dalam Kerajaan Inggris. Dalam memoarnya yang berjudul Spare, Harry membeberkan sisi lain kehidupan keluarga kerajaan yang penuh dengan tekanan, kompetisi, dan ketidakadilan saat momen pergantian tahun.
Pada tahun 2013, Harry mengingat kepulangannya dari ekspedisi di Kutub Selatan yang bertepatan dengan libur Natal di Sandringham. Setelah mengalami perjalanan ekstrem tersebut, Harry berharap dapat menjaga ketenangan batin yang telah ia capai. Namun, harapan tersebut pupus saat ia kembali ke dinamika internal keluarga kerajaan yang mempertahankan perlombaan internal dengan memanfaatkan Court Circular.
Dokumen tahunan Court Circular, yang memuat daftar kegiatan resmi anggota keluarga kerajaan dan rutin diterbitkan oleh Istana St. James, menjadi sumber ketegangan bagi Harry. Ia merasa bahwa obsesi keluarga kerajaan terhadap laporan tersebut tidak sehat, karena laporan ini menjadi ajang pembuktian diri dan kompetisi antar anggota keluarga.
Harry juga menyoroti ketimpangan struktural dalam pembagian tugas dan anggaran di kerajaan, di mana Raja Charles memiliki kendali penuh atas hal tersebut. Menurut Harry, kendali yang dimiliki oleh Raja Charles membuatnya dan anak-anaknya harus berkontribusi sesuai yang ditentukan oleh Raja, tanpa memiliki kebebasan dalam menentukan berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Situasi tersebut membuat Harry merasa frustrasi karena sering kali dihakimi oleh publik tanpa memahami batasan dan tantangan yang sebenarnya ia alami. By: (Tambahkan nama Anda disini)





