Awal tahun 2026 membawa berbagai ujian bagi Richa Novisha setelah kehilangan suaminya, Gary Iskak. Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam dan tanggung jawab besar bagi Richa yang harus dijalani seorang diri. Richa membuka hatinya tentang bagaimana ia berdamai dengan kenyataan pahit ini, yang membuatnya hanya bisa berserah diri kepada Tuhan dan menjalani hari demi hari dengan keyakinan.
Meskipun berusaha kuat, Richa mengakui bahwa kesedihan masih kerap menghampirinya dan mengakui bahwa kehilangan pasangan hidup bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ia merasa telah mencapai fase penerimaan walaupun rasa berat masih kadang-kadang muncul. Rasa rindu terhadap Gary juga semakin terasa seiring waktu berjalan, di mana banyak kenangan kebersamaan terngiang di benaknya.
Richa juga mengalami momen emosional ketika masih bisa merasakan kehadiran Gary melalui hal-hal tak terduga, seperti mencium aroma khas dari suaminya beberapa hari setelah kepergian. Semua ini menjadi bagian dari proses Richa dalam berdamai dengan kenyataan dan menjalani hidup tanpa kehadiran sang suami.





