Analisis Harga Bitcoin Tembus Level Terendah: Apa yang Perlu Anda Ketahui

by -26 Views

Harga bitcoin (BTC) kembali naik di atas USD 91.000 atau Rp 1,51 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.777) pada perdagangan kripto Selasa, 6 Januari 2026. Optimisme mulai kembali muncul setelah aksi jual pada kuartal keempat kemungkinan telah berakhir. Analis memperkirakan bahwa pasar aset digital telah mencapai titik terendahnya, dengan prediksi harga bitcoin akan terus meningkat. Salah satu analis bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai USD 150.000 pada tahun 2026 dan USD 200.000 pada tahun 2027.

Kekhawatiran terhadap harga tertinggi Bitcoin di bulan Oktober dianggap sebagai puncak siklus empat tahun historis untuk token tersebut yang terlalu dilebih-lebihkan. Namun, para analis meyakini bahwa permintaan institusional yang semakin meningkat akan terus mendorong pertumbuhan pasar, dengan adopsi digital yang semakin luas.

Meskipun Bitcoin mengalami penurunan 6% pada tahun 2025, tahun tersebut masih dapat dianggap sebagai tahun yang positif bagi saham terkait kripto dan IPO. Di masa depan, diprediksi bahwa adopsi institusional akan terus menguat dan mengangkat sektor kripto. Harga Bitcoin sendiri telah pulih setelah beberapa minggu perdagangan dalam kisaran yang cukup ketat, menyusul aksi jual yang terjadi pada kuartal keempat tahun sebelumnya. Likuidasi paksa dan penjualan oleh pemegang jangka panjang telah mendorong penurunan harga hingga 35% dari puncaknya di bulan Oktober.

Source link