Bitcoin mengalami pergerakan teknikal yang menarik perhatian para trader. Dengan harga masih di atas Simple Moving Average (SMA) 50 hari, terlihat tren jangka pendek masih cenderung bullish meski sedang mengalami koreksi. Namun, perlu diwaspadai adanya risiko penurunan jika tekanan jual terus berlanjut.
Level Fibonacci Retracement menjadi titik penting sebagai area penopang, dengan support utama terletak di kisaran USD 89.336 (0,382) dan USD 87.657 (0,5). Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan penurunan dari 66 ke 51,54, merupakan tanda dimulainya aksi ambil untung pasca reli awal tahun.
Analis kripto Ali Martinez mengungkapkan bahwa arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan ditentukan oleh penutupan harga harian. Diperlukan penutupan di luar kisaran USD 88.000–USD 94.000 untuk mengkonfirmasi arah tren yang akan diambil oleh Bitcoin.
Jika tekanan bearish terus menguat, Bitcoin berpotensi turun di bawah USD 89.000. Namun, jika SMA 50 hari mampu berfungsi sebagai support kuat, maka Bitcoin masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya menuju kisaran USD 94.000 hingga USD 98.640 dalam jangka menengah. Semua ini menegaskan pentingnya pemantauan harga harian bagi para trader dan investor dalam mengambil keputusan dalam pasar kripto.





