Proses perceraian antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menjadi perhatian karena kedua pasangan tersebut mengakhiri rumah tangga mereka dengan damai dan efisien, tanpa adanya konflik yang mengganggu. Kesepakatan menyeluruh telah dicapai tanpa ada sengketa yang menghambat proses hukum di Pengadilan Agama. Atalia Praratya, atau Bu Cinta, menegaskan bahwa keputusan berpisah bukan karena isu negatif yang beredar luas, seperti orang ketiga atau simpanan.
Pasangan ini tidak menyulitkan proses dengan memperdebatkan pembagian harta atau hak asuh anak, mereka memilih untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat dan tetap menjaga hubungan baik. Komunikasi antara keduanya bahkan tetap intens meskipun menjelang hari putusan perceraian, dalam bentuk interaksi yang hangat dan cair. Sikap hangat dan komunikasi terbuka antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menjadi contoh bahwa perpisahan tidak selalu harus diwarnai konflik.





