Peningkatan timbunan sampah elektronik atau e-waste menjadi masalah serius di Indonesia, seiring dengan pertumbuhan produksi e-waste yang lima kali lebih cepat daripada kapasitas daur ulang global. Proyeksi menunjukkan bahwa timbunan e-waste di Indonesia meningkat dari 2,1 juta ton pada 2023 menjadi 4,4 juta ton pada 2030, mengancam lingkungan, kesehatan, dan masyarakat secara keseluruhan.
Untuk mengatasi kompleksitas pengelolaan sampah elektronik, Acer Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste, melebihi target sebesar 2 ton. Direktur Utama Acer Indonesia, Leny Ng, menekankan pentingnya kerjasama antara teknologi, tanggung jawab, dan kepedulian untuk melindungi alam hari ini dan mewariskan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Seluruh e-waste yang berhasil terkumpul dikelola oleh mitra pengelola resmi untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan dilakukan secara aman dan bertanggung jawab. Untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini, Acer Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan di lima sekolah dan madrasah, melibatkan 250 siswa, agar mereka dapat memahami dampak dan praktik pemilahan e-waste dalam lingkungan sekitar.
Selain itu, Acer Indonesia juga menanam 2.000 bibit pohon sebagai bagian dari kontribusi publik dalam pengumpulan e-waste. Program ini tidak hanya memperkuat pendekatan ekonomi sirkular yang terintegrasi, namun juga membantu dalam penyerapan karbondioksida, mencegah degradasi lahan, dan mengurangi risiko bencana lingkungan di masa depan.
Dalam upaya untuk terus berinovasi, Acer juga mengumumkan model terbaru dari seri Aspire, yaitu Acer Aspire AI yang ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Series 3. Langkah ini menunjukkan komitmen Acer dalam menjadi game changer dalam industri teknologi dan pengelolaan e-waste di Indonesia.





