Aset kripto semakin mendapat perhatian dalam ekosistem keuangan digital Indonesia. Meskipun terjadi lonjakan transaksi dan peningkatan investor, masih terdapat tantangan terkait literasi, pengawasan, dan pengaruh media sosial terhadap perilaku investasi generasi muda. Survei LPEM FEB UI menunjukkan bahwa mayoritas pemain kripto di Indonesia memiliki pendapatan di bawah Rp 8 juta per bulan dan usia di bawah 35 tahun dengan pendidikan minimal SMA, menunjukkan minat generasi muda dalam investasi digital.
Profil pemain kripto tersebut menunjukkan beragam latar belakang pekerjaan, walaupun didominasi oleh pegawai swasta dan pelajar. Hal ini mengindikasikan bahwa kripto diakses oleh kelompok usia produktif awal yang memiliki keterbatasan finansial. Hal ini membuat investasi kripto menjadi berisiko tinggi bagi investor pemula tanpa pemahaman yang memadai. Volatilitas harga dan praktik spekulatif dapat mengancam stabilitas keuangan pribadi kelompok tersebut.
Dalam hal literasi, pengawasan, dan pengaruh media sosial, masih diperlukan upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pemain kripto di Indonesia agar mereka dapat berinvestasi dengan lebih bijak. Dengan demikian, generasi muda dapat memanfaatkan potensi aset kripto dengan lebih baik dan mengurangi risiko yang mungkin timbul.





