Pola Sinyal Harga Bitcoin Menuju Kembali ke USD 126.200

by -36 Views

Meskipun struktur harga jangka panjang masih dianggap positif, situasi pasar yang sedang lesu saat ini tidak terjadi tanpa alasan. Bitcoin yang stagnan di bawah level USD 90.000 tentu mengecewakan bagi sebagian trader yang berharap melihat harga mencetak rekor baru. Tekanan dari luar juga ikut memainkan peran penting. Pada pertemuan World Economic Forum di Davos, CEO Citadel Kenneth Griffin menyoroti potensi imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang mendekati 5%, yang bisa menjadi tantangan serius bagi aset berisiko termasuk kripto.

Ketika instrumen keuangan yang lebih aman menawarkan imbal hasil yang tinggi, investor umumnya akan mengambil sikap lebih defensif dan mengurangi eksposur terhadap aset volatil seperti Bitcoin. Hal ini mendorong arus modal menjadi lebih hati-hati. Namun, penting untuk diingat bahwa koreksi harga tidak selalu berarti perubahan tren secara keseluruhan. Selama Bitcoin tidak mencetak lower low atau titik terendah yang lebih rendah pada kerangka waktu besar, tren kenaikan dianggap masih tetap terjaga.

Saat ini, penurunan harga cenderung dianggap sebagai peluang beli, meskipun tidak seagresif sebelumnya. Untuk mempertahankan skenario bullish, Bitcoin perlu tetap bertahan di area support saat ini. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus zona USD 95.000 – USD 100.000, maka momentum penguatan kemungkinan akan kembali berada di pihak pembeli. Hingga titik tersebut tercapai, Bitcoin akan tetap berada dalam masa menunggu – tidak terlalu menurun namun juga belum menanjak secara signifikan.

Source link