Musim liburan panjang seringkali diidentikkan dengan lonjakan harga tiket dan hotel penuh. Tapi dengan perencanaan keuangan yang matang, liburan tetap bisa dinikmati tanpa harus merusak stabilitas finansial. Tahun 2026 menawarkan total 25 hari libur nasional dan cuti bersama yang dapat dimanfaatkan secara strategis. Menurut Lanny Hendra, Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, kunci dari liburan yang bijaksana adalah menjaga keseimbangan antara pengalaman dan kesehatan keuangan. Strategi keuangan liburan yang pintar adalah tentang menjaga likuiditas sambil mendapatkan pengalaman terbaik.
Lanny menyarankan untuk menetapkan anggaran liburan tahunan sejak awal, memisahkan bujet untuk liburan besar dan liburan singkat, dan memesan tiket lebih awal terutama untuk penerbangan jarak jauh. Mengelola arus kas dengan bijak, memanfaatkan cicilan 0 persen atau pembayaran bertahap yang disesuaikan dengan jadwal perjalanan, tetapi tetap menjaga dana darurat juga sangat penting. Memaksimalkan poin reward dari kartu kredit atau miles maskapai juga bisa membantu menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.
Prinsip perencanaan ini tercermin dalam penyelenggaraan HSBC ANA Travel Fair 2026 di Jakarta. Kehadiran HSBC ANA Travel Fair ini merupakan bagian dari komitmen HSBC Indonesia dalam gaya hidup, pengelolaan kekayaan, dan penciptaan pengalaman internasional. Dengan rencana keuangan yang matang dan pengelolaan dana yang bijaksana, liburan yang menyenangkan dan terjangkau tetap bisa dinikmati tanpa harus merasa khawatir tentang stabilitas keuangan di masa depan.





