Investasi kripto dapat memberikan peluang yang menarik namun juga menimbulkan risiko yang perlu diperhatikan dengan serius. Salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai adalah volatilitas harga yang tinggi pada aset kripto. Nilai aset tersebut dapat berfluktuasi secara tajam dalam periode waktu yang singkat, sehingga investasi kripto mungkin tidak cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
Di sisi lain, penting juga untuk memperhatikan perkembangan regulasi terkait investasi kripto. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong peningkatan literasi keuangan dan perlindungan bagi para investor melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko, hak, dan kewajiban dalam berinvestasi, termasuk dalam aset digital seperti kripto.
Seorang ahli keuangan, Resna, menekankan bahwa kripto tidak dianjurkan sebagai satu-satunya instrumen untuk dana pensiun. Pasalnya, karakteristik volatilitas yang tinggi pada aset kripto membuatnya tidak ideal sebagai satu-satunya pilihan investasi untuk dana pensiun. Investor diharapkan untuk memahami risiko yang terkait dengan investasi tersebut dan menghindari pengambilan keputusan secara impulsif.
Selain itu, Resna juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam investasi kripto. Investor disarankan untuk menggunakan platform yang memiliki izin resmi dan diawasi oleh regulator, serta terus mengikuti perkembangan regulasi agar investasi kripto dapat dilakukan dengan lebih aman dan terjamin. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan investor dapat mengurangi risiko dan memperoleh hasil investasi yang lebih optimal dalam jangka panjang.





