Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT dan XAU₮, telah berhasil menjadi pemegang cadangan emas non-negara terbesar di dunia. Mereka telah mengumpulkan sekitar 16.2 metrik ton emas yang disimpan dengan aman di brankas di Swiss. Langkah ini menempatkan Tether dalam posisi strategis di arena keuangan global, terutama di tengah ketidakpastian yang meningkat dalam sistem moneter tradisional. Total emas yang mereka miliki mencapai 520.089,350 troy ounces dengan nilai sekitar US$2,25 miliar.
Kebanyakan pertumbuhan cadangan emas ini terjadi pada kuartal IV 2025, di mana Tether berhasil menambahkan sekitar 27 ton emas ke dalam portofolio mereka. Emas tersebut menjadi dasar dari penerbitan XAU₮, stablecoin berbasis emas yang didukung oleh aset fisik.
Kepemilikan emas oleh Tether mencerminkan peningkatan kepercayaan pasar terhadap aset digital yang memiliki dasar aset nyata. Dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar XAU₮, posisi Tether dalam ekosistem keuangan global semakin diperkuat. Bahkan, kepemilikan emas oleh Tether telah melampaui cadangan emas beberapa negara berdaulat seperti Yunani dan Qatar, mencerminkan peran positif perusahaan kripto dalam sistem keuangan dunia.
Penting untuk dicatat bahwa keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Sebaiknya lakukan penelitian dan analisis yang mendalam sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil.





