Aksi Jual Signifikan Tekan Harga Kripto
Harga kripto mengalami tekanan akibat aksi jual signifikan yang dipicu oleh penurunan sektor saham teknologi pada Kamis, 29 Januari 2026. Koreksi harga kripto ini terus berlanjut pada perdagangan Jumat pagi, (30/1/2026). Harga bitcoin (BTC), misalnya, melemah 5,03% dalam 24 jam terakhir dan 5,45% dalam seminggu terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 84.549 atau setara dengan Rp 1,41 miliar. Kapitalisasi pasar juga turun 5,14% menjadi USD 2,87 triliun atau sekitar Rp 48.180 triliun.
Pasar kripto mengalami penurunan signifikan pada awal sesi perdagangan Kamis pekan lalu, membuat kapitalisasi pasar turun sekitar 6% menjadi USD 2,9 triliun dari sebelumnya USD 3,1 triliun. Pergerakan ini termasuk dalam penurunan satu hari terbesar sejak peristiwa likuidasi pada 10 Oktober yang dipicu oleh ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Likuidasi meningkat seiring dengan penurunan harga, dengan lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,78 triliun posisi kripto yang memakai utang lenyap dalam 24 jam terakhir.
Kondisi pasar sudah menunjukkan kelemahan sebelum aksi jual pada Kamis pekan lalu. Hanya dua dari 20 aset kripto terbatas yang mengalami kenaikan selama seminggu terakhir, yaitu Hype milik Hyperliquid dan CC miliki Canton. Token pertukaran LEO Bitfinex juga mencatat kenaikan harian. Dengan kondisi pasar yang sudah melemah, harga bitcoin diperdagangkan di bawah USD 84.000, mendekati level yang terjadi pada April 2025.





