Prilly Latuconsina banyak mendapat sorotan setelah mengaktifkan status “Open to Work” di LinkedIn dan terlibat dalam acara promosi pasta gigi serta tampil sebagai sales di Bekasi. Kontroversi pun semakin memanas ketika Prilly terlihat melakukan promosi seperti tenaga penjual lapangan, yang dianggap sebagian warganet sebagai strategi pencitraan. Banyak netizen menilai tindakan Prilly kurang sensitif terhadap kondisi sosial saat ini, di mana sulitnya mencari pekerjaan masih melanda masyarakat. Kritik semakin tajam ketika muncul pendapat bahwa aksi tersebut seolah mengejek perjuangan pencari kerja yang sebenarnya. Bagaimana pun, Prilly telah memperoleh 30 ribu permintaan koneksi dan berbagai tawaran pekerjaan dari berbagai bidang setelah mengaktifkan lencana “Open to Work” di akun LinkedIn pribadinya.
Kontroversi Prilly Latuconsina: Netizen Serang Karena Dianggap Tak Peka





