El Salvador telah mengambil langkah unik dengan membeli bitcoin (BTC) dan emas saat harga kedua aset tersebut turun pada Kamis, 29 Januari 2026. Bank Sentral El Salvador mengkonfirmasi pembelian 9.298 ounce emas senilai USD 50 juta atau Rp 838,70 miliar, meningkatkan total cadangan emas mereka menjadi 67.403 ounce senilai USD 360 juta atau Rp 6,03 triliun. Keputusan ini diambil untuk memperkuat ekuitas jangka panjang dan menjaga keseimbangan dalam komposisi cadangan devisa negara.
Sementara itu, El Salvador juga terus melakukan akumulasi bitcoin, dimana satu BTC ditambahkan ke cadangan pada Kamis dan total tujuh BTC selama seminggu terakhir dengan kebijakan satu bitcoin per hari. Negara tersebut kini memiliki cadangan Bitcoin sebanyak 7.547,37 BTC senilai USD 624,24 juta atau Rp 10,47 triliun. Dengan kepemilikan Bitcoin pemerintah terbesar kelima, El Salvador mewakili negara pemegang Bitcoin terbesar setelah AS, China, dan Inggris.
Presiden El Salvador menyambut baik keputusan pembelian emas dan bitcoin tersebut, yang diambil ketika harga kedua aset sedang turun. Walaupun demikian, penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risikonya sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan analisis dan pertimbangan sebelum melakukan investasi dalam kripto. Liputan6.com hanya menyediakan informasi dan tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil.





