Badai Salju AS Tekan Penambang Bitcoin: Produksi Menurun

by -26 Views

Badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat pada bulan Januari lalu memiliki dampak signifikan pada operasional penambangan Bitcoin. Penambang menghentikan atau mengurangi aktivitas mereka akibat cuaca ekstrem, yang mengakibatkan penurunan produksi harian Bitcoin. Hal ini menunjukkan kerentanan industri penambangan Bitcoin terhadap kondisi pasar energi, dengan penurunan produksi dan tekanan pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Selama badai musim dingin berlangsung, perusahaan penambangan Bitcoin yang tercatat di bursa saham AS mencatat penurunan produksi harian yang signifikan. Para penambang terpaksa mengurangi operasi mereka akibat akumulasi salju dan es, untuk menjaga stabilitas jaringan listrik yang tertekan. Data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa produksi Bitcoin yang biasanya berkisar antara 70 hingga 90 BTC per hari, turun menjadi hanya sekitar 30 hingga 40 BTC selama puncak badai.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para penambang, namun juga oleh pasar. Harga Bitcoin turun di bawah USD 77.000 atau melemah sekitar 5,32 persen pada 1 Februari. Ethereum juga mengalami tekanan, dengan harga menyentuh level USD 2.300. Seorang trader kripto, Eugene Ng Ah Sio, mengomentari kondisi tersebut dengan menyatakan bahwa saat ini mungkin adalah saat yang tepat untuk mundur sejenak.

Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Sebelum membeli dan menjual kripto, pelajari dan analisis dengan baik. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca, serta tidak menjamin keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul.

Source link