Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim sering kali bertanya-tanya tentang kewajiban puasa dan utang puasa tahun sebelumnya. Puasa Ramadhan dianggap sebagai kewajiban, namun ada keringanan bagi mereka yang memiliki uzur seperti sakit, bepergian, hamil, menyusui, atau menstruasi. Puasa yang ditinggalkan tersebut harus diganti melalui qadha puasa di waktu lain. Seorang jamaah pernah menanyakan batas akhir mengganti puasa kepada Ustaz Abdul Somad, yang menjelaskan bahwa qadha puasa Ramadan masih bisa dilakukan hingga Ramadan berikutnya tiba, bahkan hingga hari terakhir bulan Syaban.
Ustaz Abdul Somad juga mengulas keutamaan mengganti puasa di bulan Syaban, terutama pada hari Senin, yang dapat memberikan tiga pahala sekaligus. Meskipun niat puasa cukup satu, yaitu niat qadha puasa Ramadan, keutamaan lainnya akan otomatis mengikuti. Jika seseorang belum mengganti puasa hingga Ramadhan tiba, maka utang puasa tersebut harus dibayarkan setelah Ramadhan berakhir, beserta konsekuensi tambahan yaitu membayar fidyah. Fidyah tersebut berupa memberi makan fakir miskin selama satu hari, tidak hanya sekali makan, tapi tiga kali makan.
Untuk mengetahui niat puasa Nisfu Sya’ban dan tata caranya, serta amalan sunnah menjelang Ramadhan, dapat menemukan informasi lengkap di artikel yang tersedia. Jadi, selalu pastikan untuk mengganti puasa yang terutang sesuai dengan ketentuan syariat dan menunaikan kewajiban dengan penuh keikhlasan menjelang bulan suci Ramadhan.





