Platform pesan instan seperti Telegram semakin menjadi pilihan utama bagi pelaku kejahatan siber untuk mengiklankan layanan, merekrut korban, dan mengkoordinasikan pembayaran. Analisis Chainalysis mengungkapkan bahwa terjadi perpindahan dari forum darknet lama ke aplikasi pesan dan ekosistem Telegram yang semi-terbuka. Kombinasi dengan penggunaan kripto memungkinkan jaringan ini berkembang dengan cepat, menyediakan layanan pelanggan, dan mentransfer uang secara global tanpa hambatan besar.
Tom McLouth, seorang analis intelijen dari Chainalysis, menyebutkan bahwa aktivitas keuangan ini memiliki skala yang besar, dengan nilai transaksi kripto mencapai ratusan juta dolar AS. Sebagian besar transaksi dalam kategori layanan eskort internasional memiliki nilai di atas 10.000 dolar AS. Bahkan, paket layanan VIP yang ditawarkan dalam iklan daring mencapai lebih dari 30.000 dolar AS.
Polanya transfer konsisten antar-dompet kripto menunjukkan bahwa operasi ini dijalankan secara profesional, bukan oleh individu yang beroperasi sendiri. Dengan demikian, keberadaan platform pesan instan dan penggunaan kripto telah memperluas jangkauan serta mempermudah aktivitas ilegal seperti perdagangan manusia.





