Peningkatan Persaingan Penambangan Bitcoin: Bitdeer Ungguli MARA Holdings
Baru-baru ini, analis JPMorgan Chase mengungkap bahwa pemimpin baru muncul dalam persaingan penambangan bitcoin. Ternyata, Bitdeer berbasis Singapura telah melampaui MARA Holdings, raksasa penambangan bitcoin asal Amerika Serikat, dalam tingkat hash rate penambangan mandiri. Diketahui bahwa Bitdeer kini mengalokasikan 63,2 exahash per detik (EH/s) untuk menambang bitcoin sendiri, melebihi MARA yang memiliki 60,4 EH/s.
Satuan exahash (EH/s) digunakan untuk mengukur hash rate penambangan bitcoin, di mana satu exahash setara dengan 1 kuintiliun hash per detik. Tingkat EH/s menunjukkan seberapa besar daya komputasi digunakan untuk memecahkan teka-teki kriptografi, yang berpengaruh pada kekuatan operasi penambangan, daya saing, dan keamanan jaringan bitcoin.
Namun, penambangan bitcoin bukan lagi bisnis yang mudah menghasilkan uang seperti sebelumnya. Faktor seperti meningkatnya kesulitan jaringan, pengurangan hadiah pasca-halving, dan fluktuasi harga energi menekan margin keuntungan. Operasi skala besar membutuhkan modal besar, integrasi vertikal, dan efisiensi operasional untuk tetap kompetitif. Di sisi lain, bagi penambang kecil atau kurang efisien, profitabilitas semakin sulit dicapai.
Tren terbaru menunjukkan bahwa banyak penambang bitcoin beralih ke kecerdasan buatan, staking Ethereum, atau menutup operasi penambangan. Hal ini menegaskan bahwa industri penambangan bitcoin terus berubah dan menuntut inovasi agar tetap relevan dan menguntungkan.





