Harga Solana (SOL) kembali ditekan setelah beberapa kali gagal mencapai level USD 89 selama dua minggu terakhir, yang juga mengalami penurunan Open Interest. Saat ini, SOL diperdagangkan sekitar USD 81,75, menunjukkan minimnya minat beli di tengah situasi pasar yang masih belum pulih sepenuhnya. Investor tampaknya masih berhati-hati terhadap aset kripto ini.
Saat SOL ditolak di area USD 145 pada pertengahan Januari dan turun tajam ke USD 67,60 pada 6 Februari, tekanan ini semakin terasa. Meskipun ada upaya pemulihan, namun belum tampak kekuatan yang cukup untuk membalikkan tren saat ini. Data dari pasar derivatif menunjukkan tanda-tanda kepanikan dari investor bullish.
Permintaan leverage untuk posisi beli menurun drastis, menandakan bahwa pelaku pasar enggan mengambil risiko ekstra di tengah volatilitas yang tinggi. Namun, pelaku pasar yang membuka posisi short justru membayar tingkat pendanaan (funding rate) hingga 20% per tahun untuk mempertahankan posisi mereka. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat dari pihak bearish bahwa tekanan harga masih akan berlanjut.
Performa SOL dalam 30 hari terakhir menunjukkan keterpautan 11% dibanding pasar kripto secara keseluruhan. Sejak mencapai puncak pada September 2025, harga SOL telah turun sekitar 67%. Koreksi ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga terlihat pada aktivitas on-chain dan minat di pasar derivatif. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam open interest futures SOL sebesar 75% dari rekor tertingginya lima bulan yang lalu, mencerminkan menurunnya partisipasi dan minat spekulatif di pasar berjangka.
Dalam setiap keputusan investasi, pastikan untuk melakukan riset dan analisis yang tepat sebelum membeli atau menjual kripto. Kami tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.





