Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Islam, dipenuhi dengan ampunan dan keberkahan. Di bulan suci ini, setiap amal ibadah memiliki nilai pahala yang dilipatgandakan, terutama saat memasuki sepuluh malam terakhir yang dianggap sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.
Buya Yahya, seorang pendakwah terkemuka di Indonesia, menggarisbawahi pentingnya memperbanyak doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada istrinya, Sayidatuna Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha. Salah satu doa yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Sayidatuna Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha adalah: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pengampun yang mencintai pengampunan, maka ampunilah aku.” Doa ini memohon ampunan kepada Allah SWT yang Maha Pengampun dan Mencintai hamba-Nya yang memohon maaf.
Manfaat dari doa ini sangat penting saat memasuki bulan Ramadhan, terutama untuk menyambut Lailatul Qadar yang tidak diketahui waktu pastinya. Buya Yahya menjelaskan bahwa kerahasiaan waktu Lailatul Qadar bertujuan agar umat Islam terus berupaya dan meningkatkan ibadahnya sepanjang bulan Ramadhan. Selain doa tersebut, Buya Yahya juga menyarankan untuk memperbanyak syahadat, istighfar, memohon surga, dan meminta perlindungan dari api neraka.
Doa-doa tersebut dapat dibaca kapan saja, terutama di malam-malam terakhir Ramadhan, setelah salat, menjelang berbuka, atau saat qiyamul lail. Konsistensi dan kesungguhan hati menjadi kunci utama dalam memperbanyak doa memohon ampunan. Dengan melakukan hal ini, seorang Muslim tidak hanya berharap untuk bertemu Lailatul Qadar, tetapi juga berharap untuk diampuni dosa-dosanya dan meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.





