Pasar Kripto Tetap Bergejolak: Analisis Sentimen Terbaru

by -48 Views

Pasar cryptocurrency diprediksi tetap fluktuatif dalam beberapa waktu mendatang sambil menunggu petunjuk yang lebih jelas terkait kebijakan moneter AS. Hal ini disebabkan oleh kombinasi sikap the Federal Reserve (the Fed) yang terus ketat, ketidakpastian dalam kepemimpinan bank sentral, dan dinamika geopolitik yang terus berubah. Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin (BTC) naik 1,11% dalam 24 jam terakhir pada Jumat, 20 Februari 2026, dan menguat 1,8% selama seminggu terakhir. Saat ini, harga bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 67.299 atau sekitar Rp 1,13 miliar (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah sebesar 16.920).

Pada hari Kamis, 19 Februari 2026, harga Bitcoin berada di kisaran USD 67.172 setelah mengalami penurunan di bawah USD 66.500. Penurunan ini terjadi setelah rilis risalah rapat (minutes) The Fed yang dianggap lebih agresif dari yang diharapkan oleh pasar. Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menyatakan bahwa reaksi pasar cryptocurrency kali ini mencerminkan penyesuaian cepat terhadap sinyal kebijakan moneter AS. Minutes rapat Januari yang dirilis pada Rabu, 18 Februari 2026, menunjukkan bahwa ada beberapa pejabat The Fed yang menjelaskan bahwa belum ada kebutuhan mendesak untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga. Sebagian anggota bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi di atas target 2%.

Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% melalui voting 10-2 dalam rapat 27–28 Januari. Meskipun ada dua anggota yang berpendapat berbeda, mayoritas anggota FOMC menganggap bahwa pelonggaran lebih lanjut dengan inflasi yang belum stabil bisa melemahkan komitmen terhadap target inflasi 2%. Minutes juga mencatat pembahasan mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan harga tidak sesuai dengan harapan.

Source link