Bulan Ramadhan sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk menurunkan berat badan. Pola puasa dari fajar hingga magrib dinilai mampu membantu mengontrol asupan kalori dan memperbaiki metabolisme tubuh. Namun sayangnya, tidak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadhan. Sedangkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadhan tidak selalu mengakibatkan penurunan berat badan. Faktor utama yang menentukan perubahan berat badan adalah total asupan kalori, kualitas makanan, pola tidur, serta tingkat aktivitas fisik selama bulan puasa. Jika kebiasaan selama Ramadhan mendorong konsumsi energi berlebih dan minim pembakaran kalori, maka kenaikan berat badan sangat mungkin terjadi. Misalnya, makan berlebihan saat berbuka puasa, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta minuman manis saat berbuka dapat berkontribusi pada naiknya berat badan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik selama bulan Ramadhan guna menjaga berat badan tetap stabil.
Awas! 7 Kebiasaan Naik Berat Badan Saat Ramadhan





