Exchange Traded Fund (ETF) bitcoin spot Amerika Serikat (AS) telah mencatatkan arus keluar selama lima minggu berturut-turut, sebuah tren yang tidak pernah terjadi sejak aksi jual besar-besaran akibat guncangan tarif pada awal 2025. Menurut the block, arus keluar dari 12 ETF bitcoin telah mencapai USD 316 juta atau sekitar Rp 5,32 triliun hingga 20 Februari 2026, berdasarkan data SoSoValue.
Selama tiga sesi pertama pekan tersebut, arus keluar dari ETF bitcoin mencapai angka negatif, dengan nilai USD 105 juta pada Selasa, USD 133 juta pada Rabu, dan USD 166 juta pada Kamis. Meskipun terjadi sedikit perbaikan pada Jumat, dengan USD 88 juta mengalir kembali ke produk tersebut, namun peningkatan tersebut tidak cukup untuk menutupi penjualan sebelumnya. Sehingga dana tersebut masih mengalami kerugian untuk minggu kelima berturut-turut.
Rentetan arus keluar selama lima minggu telah menghapus sekitar USD 3,8 miliar dari ETF bitcoin, yang merupakan trend kerugian terbesar sejak Februari dan Maret tahun lalu. Pada akhir Januari, terjadi dua minggu dengan arus keluar terberat, ketika dana tersebut kehilangan USD 1,33 miliar dan USD 1,49 miliar secara berturut-turut. Sedangkan dalam tiga minggu terakhir, arus keluar berada di kisaran USD 316-USD 360 juta.
Ketidakpastian pasar kripto serta penurunan minat institusional terhadap ETF bitcoin telah menjadi penyebab utama dari tren arus keluar dana tersebut. Meskipun demikian, perkembangan pasar yang dinamis selalu menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja aset-aset digital seperti bitcoin.





