Bursa Kripto Membantu Rusia Hindari Sanksi: Solusi yang Efektif

by -44 Views

Sebuah temuan menarik muncul tentang Exmo yang diklaim telah berhenti beroperasi di Rusia setelah invasi tahun 2022 dengan menjual bisnis regionalnya ke entitas terpisah, Exmo.me. Analisis blockchain menunjukkan bahwa kedua platform ini masih berbagi infrastruktur dompet kustodian yang sama, dengan deposit ditempatkan dalam dompet panas identik. Exmo telah melakukan transaksi senilai lebih dari USD 19,5 juta atau Rp 328,8 miliar dengan entitas yang telah dikenai sanksi seperti Garantex, Grinex, dan Chatex, berdasarkan laporan dari Elliptic.

Selain itu, laporan juga membahas tentang Rapira, bursa yang terdaftar di Georgia dengan kantor di Moskow yang telah melakukan transaksi senilai lebih dari USD 72 juta atau Rp 1,2 triliun secara langsung dengan bursa Grinex yang dikenai sanksi. Pihak berwenang Rusia dilaporkan melakukan penggerebekan di kantor Rapira di Moskow pada akhir tahun 2025 karena dugaan pelarian modal ke Dubai.

Selain itu, Aifory Pro, bursa kelima, menyediakan layanan konversi uang tunai ke kripto di Moskow, Dubai, dan Turki. Mereka secara khusus membantu dalam menghindari pembatasan layanan dari Barat dengan menawarkan kartu pembayaran virtual yang didanai oleh USDT, memungkinkan pengguna Rusia untuk membayar layanan yang diblokir seperti Airbnb dan ChatGPT. Perusahaan ini juga diketahui telah mengirimkan hampir USD 2 juta atau Rp 33,72 miliar dalam kripto ke Abantether, bursa Iran, sesuai dengan laporan yang dirilis.

Semua temuan ini memberikan gambaran tentang praktik-praktik yang dilakukan oleh bursa kripto terkait dengan sanksi yang diberlakukan, serta implikasinya terhadap ekosistem kripto global.

Source link