AwanPintar.id, platform intelligence ancaman siber nasional dari PT Prosperita Sistem Indonesia, baru-baru ini merilis laporan terbaru mengenai Ancaman Digital di Indonesia Semester II 2025. Menurut laporan tersebut, terjadi peningkatan signifikan dalam serangan siber yang berasal dari dalam negeri, sehingga membuat Indonesia menjadi sumber serangan spam dan malware terbesar sepanjang tahun lalu. Infrastruktur IT di dalam negeri, termasuk server perusahaan, PC, dan perangkat Internet of Things (IoT), terdampak dan rentan terhadap eksploitasi.
Seiring dengan temuan tersebut, laporan AwanPintar.id juga menunjukkan bahwa tren serangan siber di Indonesia berada pada tingkat kewaspadaan tinggi. Total serangan yang terjadi selama semester II 2025 mencapai 234.528.187, atau setidaknya 15 serangan siber per detik. Peningkatan signifikan terjadi, terutama pada bulan Desember 2025 dengan jumlah serangan mencapai 90.590.833. Serangan ini dipicu oleh aktivitas tinggi serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dan eksploitasi terhadap transaksi ekonomi digital selama liburan akhir tahun.
Kedepannya, penting untuk memperkuat literasi keamanan di seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam skema manipulasi yang dibuat oleh pelaku lokal. Serangan seperti Attempted Administrator Privilege Gain, yang naik signifikan dibandingkan semester sebelumnya, menunjukkan bahwa pelaku serangan siber semakin agresif dalam mengeksploitasi kerentanan pada sistem operasi yang belum ditambal. Botnet Mirai juga terindikasi memberikan dampak besar pada peningkatan serangan, dengan aktivitas yang semakin canggih dan agresif.
Penjahat siber juga fokus pada pemakaian pintu belakang (backdoor) untuk mencuri hak akses admin tanpa terdeteksi, kemudian mengeksekusi ransomware atau melakukan pencurian data. Dengan tantangan serangan siber yang semakin kompleks, langkah-langkah preventif dan edukasi keamanan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman digital di Indonesia.





