Pendidikan Tyas: Kisah Viral Soal Anak Tanpa Kewarganegaraan

by -49 Views

Kontroversi yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas belum juga mereda. Setelah ucapannya soal kewarganegaraan viral dan memicu kemarahan, perhatian warganet kini bergeser pada satu hal krusial: rekam jejak akademiknya sebagai penerima beasiswa negara dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Polemik bermula dari unggahan media sosial pada pertengahan Februari 2026, ketika wanita yang akrab disapa Tyas itu membagikan momen penerimaan paspor Inggris untuk anak keduanya. Dalam video yang kini telah dihapus, ia mengucapkan kalimat yang menuai kritik tajam. Pernyataan itu dianggap sebagian publik sebagai bentuk ketidakbanggaan terhadap identitas kewarganegaraan Indonesia. Lebih jauh, statusnya sebagai alumnus LPDP membuat respons publik semakin keras. Secara akademik, Dwi memiliki latar belakang yang mentereng. Ia merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2008. Setelah menyelesaikan studi sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, dengan fokus pada Sustainable Energy Technology. Program S2 tersebut dibiayai penuh oleh LPDP pada 2015. Di titik inilah perdebatan etika mengemuka. Warganet mempertanyakan bagaimana seorang intelektual yang mendapat dukungan finansial negara bisa melontarkan pernyataan yang dinilai sebagian pihak seolah ingin “menjauh” dari Indonesia. Menjawab tudingan yang berkembang, pendiri platform Sustaination itu memberikan klarifikasi tertulis pada 20 Februari 2026. Ia menegaskan tidak ada pelanggaran kontrak beasiswa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang yang telah mendapat dukungan keuangan dari negara dapat membuat pernyataan yang tampak ingin menjauh dari Indonesia.

Source link