Pemegang terbesar Ethereum, BitMine, menggunakan volatilitas harga aset digital untuk memperluas kepemilikan mereka. Pada 7 Februari, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan bahwa BitMine mengakuisisi sekitar 20.000 ETH senilai USD 41,98 juta atau sekitar Rp 708,01 miliar. Dengan akuisisi ini, BitMine semakin mendekati tujuan jangka panjang mereka untuk menguasai lima persen dari total pasokan Ethereum yang beredar. Data dari Strategic ETH Reserve menunjukkan bahwa BitMine telah mencapai lebih dari 70% dari target tersebut dengan kepemilikan sebanyak 4,29 juta ETH. Meskipun harga Ethereum turun drastis dalam 30 hari terakhir, BitMine tetap berkomitmen pada token kripto tersebut. Chairman BitMine, Tom Lee, percaya bahwa Ethereum merupakan masa depan keuangan dan menganggap volatilitas harga sebagai fitur alih-alih kesalahan. Meskipun kondisi pasar sedang tidak stabil akibat berbagai faktor seperti pencalonan Kevin Warsh ke Federal Reserve dan ketegangan geopolitik, fundamental jaringan Ethereum tetap kuat. BitMine juga memiliki strategi perbendaharaan yang terus berkembang, tidak hanya sekadar sistem “beli dan tahan”.
Pendiri Ethereum Vitalik Buterin Lepas 3.788 ETH: Berapa Nilainya?





