Sejumlah jaringan blockchain, menurut kritikus Bons, masih dianggap sebagai jaringan “permissioned” atau berbasis izin. Contohnya termasuk XRPL, Stellar, Hedera, Canton, dan Algorand. Bons menyoroti penggunaan sistem “Proof of Authority” dalam jaringan-jaringan tersebut, yang dianggapnya bukan sebagai mekanisme konsensus terdesentralisasi sepenuhnya. XRP khususnya mendapat kritik tajam karena penggunaan Unique Node List (UNL) dalam sistemnya. UNL adalah daftar validator yang direkomendasikan untuk memverifikasi transaksi di jaringan tersebut. Bons menjelaskan bahwa keberadaan UNL membuat para validator dalam jaringan XRP seolah berada dalam sistem yang berbasis izin, tidak sepenuhnya bebas seperti konsep blockchain tanpa otoritas pusat. Kritikus tersebut juga menyebut bahwa hal ini membuat XRP lebih mirip jaringan tertutup daripada jaringan kripto yang benar-benar terbuka.
Kritik Terhadap Sentralisasi XRP: Pertimbangan Blockchain





