5 Tanda Kaki Mati Rasa yang Perlu Diwaspadai

by -40 Views

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang terus meningkat jumlah kasusnya, termasuk di Indonesia. Akan tetapi, penyakit ini sering kali tidak disadari hingga muncul komplikasi serius karena dikenal sebagai “silent killer”. Salah satu komplikasi yang harus diwaspadai adalah kaki diabetes, yang bisa berujung pada amputasi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Pondok Indah (RSPI) – Puri Indah, Dr. Wirawan Hambali, Sp. P.D, FINASIM, menjelaskan bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah di kaki, membuka pintu bagi terjadinya luka kronis dan infeksi.

Diabetes melitus sendiri merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Gejala diabetes biasanya tidak spesifik pada tahap awal, seperti penurunan berat badan tanpa sebab jelas, sering lapar, sering buang air kecil, dan mudah haus. Namun, banyak penderita tidak menyadari kondisi ini hingga terjadi komplikasi. Salah satu komplikasi jangka panjang yang biasa terjadi adalah kaki diabetes atau Diabetic Foot Ulcer (DFU), di mana sekitar 15 persen pasien diabetes mengalami kondisi ini dan 85 persen kasus amputasi tungkai bawah berkaitan dengan diabetes.

Kerusakan saraf perifer akibat diabetes dapat membuat kaki menjadi kebas atau mati rasa, sehingga penderita tidak merasakan nyeri saat terjadi luka kecil. Hal ini membuat luka tersebut sering kali diabaikan dan berisiko terinfeksi karena terus mendapat tekanan saat berjalan. Oleh karena itu, pengawasan yang cermat terhadap kaki dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah risiko amputasi pada penderita diabetes.

Source link