Gerindra Jatim Minta Publik Tidak Terprovokasi

by -47 Views

Isu mengenai dana hibah Jawa Timur makin ramai diperbincangkan, khususnya setelah nama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, banyak dikaitkan dalam pusaran kasus tersebut. Zulfahmy Wahab, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, menegaskan bahwa ada sekelompok orang yang dengan sengaja mencoba menjatuhkan reputasi Khofifah dengan memanfaatkan isu ini.

Ia menyoroti bahwa aroma tidak sedap soal hibah daerah telah dipolitisasi dan digunakan sebagai dalih untuk menyerang karakter Khofifah. “Situasi ini memperlihatkan bahwa usaha pembunuhan karakter bisa menimpa siapa saja, termasuk Ibu Khofifah yang selama ini dikenal luas berprestasi dan memiliki posisi penting di tingkat nasional,” jelas Zulfahmy dalam keterangan di Surabaya, Jumat.

Menurutnya, mengaitkan nama Khofifah tanpa dasar yang kuat hanya akan merusak iklim politik yang sehat, apalagi mengingat rekam jejak Khofifah yang terkenal cemerlang dan dedikasinya di pemerintahan serta organisasi sosial keagamaan. Ia menyayangkan bahwa usaha pembunuhan karakter seperti ini justru diarahkan kepada sosok yang potensial. Politik, kata Zulfahmy, idealnya bisa membedakan antara dinamika kekuasaan dengan proses hukum yang tengah berlangsung secara profesional di ranah lembaga seperti KPK.

Dugaan pemanggilan Khofifah oleh KPK, menurut Zulfahmy, telah dibesar-besarkan dan digunakan oleh pihak tertentu untuk membentuk opini publik yang bisa saja menyesatkan. Ia juga mencatat beberapa nama lain yang ikut disebut dalam kasus ini, seperti Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti dan mantan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar, namun publikasi kasus lebih banyak diarahkan ke Khofifah. Hal ini diduga karena tingkat popularitas Khofifah di masyarakat Jawa Timur jauh lebih tinggi saat ini.

“Bukan berarti La Nyalla dan Abdul Halim tak dikenal, namun harus diakui Ibu Khofifah kini jadi figur paling menonjol, sehingga wajar jika serangan terhadapnya lebih bertubi-tubi,” ungkapnya.

Walau demikian, Zulfahmy percaya KPK akan tetap konsisten menjaga profesionalitas serta tidak terpengaruh oleh tekanan politik yang berkembang. Ia menegaskan keyakinannya bahwa KPK akan bekerja secara objektif sesuai koridor hukum. “Saya yakin KPK tidak mudah dipengaruhi oleh manuver politik semacam ini. Saya pun percaya dengan keteguhan dan integritas Ibu Khofifah, sebagai tokoh besar Nahdlatul Ulama maupun di kancah nasional, yang pasti bisa melalui tantangan ini dengan baik,” tambahnya.

Zulfahmy pun meminta semua pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak mengaitkan proses hukum dengan kepentingan politik sesaat yang dapat merugikan demokrasi serta citra pemimpin daerah.

Sumber: Gerindra Jatim Nilai Ada Upaya Menyudutkan Khofifah Dalam Isu Dana Hibah
Sumber: Wakil Ketua Gerindra Jatim Sebut Ada Pihak Yang Berupaya Sudutkan Khofifah