Bitcoin Potensial Menguat di Tengah Risiko Perang: Alasan Mengapa

by -30 Views

Arthur Hayes, pendiri BitMEX, mengungkapkan pandangannya mengenai keterlibatan militer Amerika Serikat (AS) dengan Iran dalam esainya yang baru saja terbit. Menurut Hayes, hubungan ini berpotensi mempengaruhi kebijakan moneter oleh bank sentral AS, yang dapat memberikan dampak positif bagi Bitcoin dalam jangka panjang. Ia menyoroti pola historis dimana setiap operasi militer besar AS di Timur Tengah selalu diikuti dengan penurunan suku bunga atau pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve (The Fed).

Dalam esainya yang berjudul “iOS Warfare”, Hayes menyajikan beberapa contoh historis yang mendukung pandangannya. Misalnya, saat Perang Teluk pada tahun 1990 di bawah pemerintahan Presiden George H.W. Bush, The Fed awalnya menahan suku bunga namun memberi sinyal akan mengubah kebijakan jika konflik terus berlanjut. Peristiwa serangan 11 September 2001 juga mencetuskan langkah darurat dari Ketua The Fed saat itu, Alan Greenspan, yang memangkas suku bunga untuk menjaga stabilitas pasar.

Hayes mencatat bahwa siklus serupa terjadi selama perang di Irak dan Afghanistan. Bahkan ketika Presiden Barack Obama meningkatkan jumlah pasukan di Afghanistan pada tahun 2009, suku bunga sudah berada di level nol dan kebijakan pelonggaran kuantitatif telah diterapkan, sehingga prospek penurunan suku bunga semakin terbatas. Dengan adanya analisis tersebut, Hayes berpendapat bahwa situasi geopolitik dapat memiliki dampak besar terhadap kebijakan moneter AS dan pada akhirnya menguntungkan Bitcoin.

Source link