Bitcoin Unggul Terhadap Saham Asia di Tengah Gejolak Iran

by -30 Views

Pasar saham Asia merosot akibat serangan militer AS dan Israel ke Iran yang membuat harga minyak melonjak dan aset berisiko dijual. Namun, Bitcoin tetap stabil di kisaran USD 66.500, meskipun bergerak volatil antara USD 63.000 hingga USD 68.000 akhir pekan lalu. Lonjakan harga minyak karena penutupan efektif Selat Hormuz membuat harga minyak mentah Brent naik hingga 13% pada awal perdagangan, memicu kekhawatiran investor global dan peralihan ke aset safe haven.

Di Asia, Indeks Nikkei Jepang awalnya turun lebih dari 2% namun kemudian memperkecil kerugian. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura turun lebih dari 2%, sedangkan Shanghai hanya terkoreksi 0,45%. Saham maskapai seperti Qantas, Singapore Airlines, dan Japan Airlines mengalami penurunan lebih dari 5% akibat lonjakan biaya bahan bakar dan gangguan rute penerbangan. Namun, saham sektor energi Tiongkok seperti PetroChina justru menguat seiring kenaikan harga minyak.

Di pasar komoditas, kenaikan tajam harga minyak mulai mereda, sementara kontrak berjangka indeks AS mulai memangkas penurunan dan harga emas naik 1,76%. Meskipun demikian, Bitcoin tetap stabil dengan penurunan sekitar 2,2% namun masih menunjukkan performa lebih baik dibanding kontrak berjangka saham dan mayoritas indeks Asia.

Source link