Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, telah menyoroti masalah transparansi terkait pengajuan izin bank kripto oleh keluarga Presiden Donald Trump. Warren menekankan pentingnya penjelasan detail mengenai permohonan pendirian bank stablecoin yang terkait dengan perusahaan World Liberty Financial (WLFI) yang didirikan oleh putra-putra Trump.
Dalam sebuah sidang Senat, Warren mengajukan pertanyaan kepada Kepala Office of the Comptroller of the Currency (OCC), Jonathan Gould, terkait kepatuhan regulator dalam memproses izin tersebut. Sebagai anggota senior Komite Perbankan Senat, Warren menyoroti bahwa regulasi OCC mengharuskan pemohon mengungkap seluruh pemegang saham utama dengan kepemilikan minimal 10% di bank yang diajukan. Ketidakungkapan informasi tersebut bisa menjadi alasan penolakan izin.
Warren meminta dokumen pengajuan yang belum disunting (unredacted application) agar dapat diperiksa olehnya dan Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, untuk memastikan seluruh keterbukaan informasi telah dilakukan dengan benar. Warren menegaskan bahwa transparansi adalah hak publik, terutama dalam kasus ini yang melibatkan regulator perbankan milik Trump dan keluarga Trump yang mengajukan bank kripto.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pembaca. Sebelum berinvestasi dalam kripto, disarankan untuk melakukan penelitian dan analisis yang mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan atau kerugian dari keputusan investasi.





