Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai perhatian pada acara di Gedung Putih baru-baru ini karena area merah besar di sisi lehernya. Netizen di media sosial pun ramai membahas dan menduga-duga penyebabnya, bahkan mengaitkan dengan karma akibat kekejaman Trump. Namun, menurut pernyataan dari dokter Gedung Putih, kemerahan tersebut disebabkan oleh kesalahan penggunaan krim kulit yang umum digunakan untuk perawatan pencegahan, yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu. Penjelasan ini muncul di tengah pengawasan kesehatan yang meningkat terhadap Trump setelah tanda-tanda lain seperti memar terlihat sebelumnya. Meskipun dilaporkan sebagai efek samping produk topikal, ahli kesehatan menyatakan bahwa krim kulit apapun, baik yang mengandung obat atau tidak, dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit. Penjelasan resmi dari Gedung Putih menjelaskan bahwa kemerahan di leher adalah hasil dari krim umum yang diresepkan oleh dokter Gedung Putih untuk penggunaan pencegahan, dengan reaksi yang diharapkan berlangsung selama beberapa minggu setelah sekitar seminggu penggunaan. Meskipun banyak spekulasi muncul, terkait penyebab kesehatan yang mendasarinya, kurangnya pengungkapan resmi meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Penyebab Kemerahan di Leher Donald Trump: Gedung Putih Bukan Kualat!





