Penurunan tajam terjadi pada eksploitasi kripto pada bulan Februari, dengan nilai kerugian mencapai lebih dari 90%, jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Total dana yang dicuri sekitar USD 35,7 juta atau setara Rp 601,7 miliar, menurut Yahoo Finance. Meski demikian, meskipun jumlah kerugian menurun, serangan besar masih tetap terjadi. Perusahaan keamanan blockchain CertiK melaporkan adanya penurunan yang signifikan baik secara bulanan maupun tahunan. Insiden terbesar terjadi pada 22 Februari di jaringan Stellar, dimana peretas berhasil mencuri lebih dari USD 10 juta melalui manipulasi oracle pada pasar dengan likuiditas tipis. Meskipun demikian, peretasan juga menimpa proyek IoT IoTeX dengan estimasi kerugian hampir USD 9 juta. Serangan lain juga menimpa Foom.Cash dengan kerugian sekitar USD 2,2 juta. Meskipun begitu, penurunan ini memberikan sedikit kelonggaran bagi industri kripto yang selama ini kerap kali menjadi target peretasan.
Peretasan Kripto Turun Tajam: Kerugian 90%





