Menurut Kulechov, sistem sebenarnya sudah memberikan peringatan sebelum transaksi tersebut diproses. Dengan ukuran pesanan tunggal yang sangat besar, antarmuka Aave—seperti kebanyak platform trading—memberikan peringatan tentang slippage yang luar biasa dan meminta konfirmasi melalui kotak centang. Platform CoW Protocol, yang digunakan dalam transaksi tersebut, sebenarnya dirancang untuk melindungi pengguna dari transaksi buruk dan slippage ekstrem dengan menggunakan pihak ketiga yang disebut solver. Namun, pengguna tetap memutuskan untuk melanjutkan transaksi meskipun sudah menerima peringatan risiko. Transaksi tidak bisa diproses tanpa pengguna secara eksplisit menerima risiko melalui kotak konfirmasi. Router CoW Swap berfungsi sebagaimana mestinya, namun hasil akhirnya jelas jauh dari optimal. Kulechov menambahkan bahwa tim Aave akan mengevaluasi cara untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Trader Kripto Rugi Lebih dari Rp 800 Miliar karena Kesalahan Klik





