Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Ripple menemukan bahwa 72% pemimpin lembaga keuangan di Amerika Serikat (AS) memandang kripto sebagai hal yang penting untuk tetap bersaing. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa aset digital semakin mendekati pusat industri jasa keuangan. Survei melibatkan lebih dari 1.000 pemimpin keuangan dari berbagai bank, manajer aset, dan perusahaan teknologi keuangan. Dari survei tersebut, 72% perusahaan menganggap bahwa menawarkan kripto adalah langkah yang harus dilakukan agar tetap kompetitif.
Ripple juga menyatakan bahwa stablecoin menduduki peringkat teratas dalam kasus penggunaan aset digital, dengan 74% responden yang menyatakan bahwa stablecoin dapat meningkatkan efisiensi arus kas dan membuka jalur modal kerja. Kapitalisasi pasar global stablecoin telah melampaui USD 300 miliar atau sekitar Rp 5.086 triliun pada awal Maret, karena adopsi yang semakin luas dalam pembayaran, perdagangan, dan penyelesaian. Pasar stablecoin masih didominasi oleh USDT dan USDC milik Tether yang diterbitkan oleh Circle Internet Group.
Survei juga menemukan peningkatan minat pada tokenisasi di kalangan bank dan manajer aset. Bank menempatkan manajemen siklus hidup token pada peringkat 82%, sementara manajer aset menempatkan distribusi utama pada peringkat 80%. Ripple menyatakan bahwa banyak perusahaan saat ini fokus pada pengembangan sistem yang diperlukan untuk mendukung aset digital. Salah satu perhatian utama bagi industri keuangan terkait dengan mata uang kripto seperti Bitcoin adalah keamanan. Sebanyak 97% responden dari survei memandang sertifikasi seperti ISO dan SOC II sebagai penting atau sangat penting untuk masa depan industri kripto.
Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Penting untuk belajar dan menganalisis sebelum membeli dan menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.





