Baru-baru ini, lembaga yang tidak disebutkan namanya memperingatkan masyarakat mengenai penipuan yang melibatkan pengiriman token palsu kepada korban. Mereka juga mengimbau agar korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Internet Crime Complaint Center. Perusahaan keamanan blockchain, AMLBot, juga telah mengungkap modus serupa sebelumnya, dimana pelaku memantau aktivitas blockchain untuk mencari dompet yang terkena pembekuan dana oleh Tether.
Para korban penipuan ini diberikan token “survey” yang mengarahkan mereka ke situs pemulihan palsu sebagai jebakan. Laporan terbaru dari perusahaan analitik blockchain Nominis menunjukkan adanya perubahan pola dalam kejahatan crypto. Meskipun kerugian akibat eksploitasi teknis menurun pada Februari 2026, pelaku sekarang lebih fokus pada manipulasi pengguna melalui tautan phishing, antarmuka palsu, dan persetujuan transaksi yang menipu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia crypto, para pelaku kejahatan terus berinovasi dan menyesuaikan strategi mereka untuk mencapai tujuan jahat mereka.





