Dakwa Warga China Gunakan Kripto dalam Perdagangan Fentanil

by -40 Views

Pembayaran kripto kepada sindikat yang diduga terlibat perdagangan manusia mengalami lonjakan sebesar 85% sepanjang tahun 2025, menurut laporan terbaru dari perusahaan analitik blockchain asal Amerika Serikat, Chainalysis. Aktivitas ini sebagian besar terkait dengan ekosistem kejahatan yang berkembang di Asia Tenggara, termasuk kompleks penipuan, operasi judi online ilegal, dan jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin.

Chainalysis mengelompokkan aktivitas kripto terkait perdagangan manusia ke dalam tiga kategori utama, yaitu layanan eskort internasional dan prostitusi, agen penempatan tenaga kerja yang terlibat dalam kompleks penipuan, dan penjual materi pelecehan seksual anak. Meskipun aktivitas tersebut terpusat di Asia Tenggara, pembayaran berasal dari berbagai wilayah di seluruh dunia, menunjukkan operasi yang bersifat global.

Laporan juga menyoroti bahwa pelaku kejahatan siber semakin menggunakan platform pesan seperti Telegram untuk mengiklankan layanan, merekrut korban, dan mengatur pembayaran. Analis intelijen Chainalysis, Tom McLouth, menyatakan bahwa pergeseran dari forum darknet ke aplikasi pesan telah memungkinkan jaringan tersebut berkembang lebih cepat dan melakukan transaksi global dengan lebih sedikit hambatan.

Meskipun demikian, Chainalysis menekankan bahwa transparansi blockchain publik memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap arus dana kriminal. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk menelusuri dan mengganggu aktivitas ilegal. McLouth juga menyoroti bahwa skala keuangan yang terlibat sangat besar, mencapai ratusan juta dolar AS, dengan dampak fisik yang jauh lebih besar daripada angka nominalnya.

Dengan demikian, perlu adanya langkah lebih lanjut dalam memantau aktivitas kripto terkait perdagangan manusia untuk mencegah penyebaran kejahatan dan melindungi korban yang rentan. Menjaga transparansi dan kerja sama lintas negara dapat menjadi kunci dalam menangani masalah kompleks ini.

Source link