Pada tahun fiskal 2025, GameStop mengalami kerugian sebesar USD 131,6 juta dari aset digital dan piutang terkait, yang setara dengan 3,6 persen dari total penjualan bersih. Kerugian tersebut terbagi menjadi kerugian terealisasi sebesar USD 71,8 juta dari penghapusan aset, kerugian belum terealisasi sebesar USD 59,7 juta akibat penurunan harga Bitcoin, dan kerugian kecil sebesar USD 0,1 juta dari penyesuaian nilai Bitcoin yang tersisa. Meski demikian, strategi opsi GameStop menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar USD 2,3 juta, namun sebagian tergerus oleh kewajiban derivatif sebesar USD 0,7 juta.
Dalam laporan yang dirilis, harga Bitcoin berada di kisaran USD 68.000–USD 69.000, di bawah harga kesepakatan opsi. Hal ini menyebabkan opsi tersebut tidak dieksekusi, dan GameStop memiliki potensi untuk mempertahankan premi sebagai pendapatan. Namun, perusahaan juga menyebutkan beberapa risiko yang dihadapi, seperti volatilitas harga Bitcoin, risiko kredit dari mitra, dan ketidakpastian regulasi. Hingga saat ini, belum ada pengumuman mengenai pembelian Bitcoin tambahan atau strategi baru setelah berakhirnya kontrak opsi tersebut.





