Sentimen Harga Bitcoin: Naik atau Turun? Temukan Jawabannya!

by -32 Views

Bitcoin (BTC) dan kripto lainnya sedang mengalami penurunan nilai perdagangan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Data terbaru menunjukkan bahwa harga Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami kenaikan 0,34% menjadi USD 66.966 atau sekitar Rp 1,13 miliar pada periode 24 jam terakhir. Meskipun harga Bitcoin stabil, namun masih berada di bawah level pekan sebelumnya sekitar USD 71.000, turun 47% dari harga tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025.

Analisis pasar mengungkapkan bahwa pelepasan risiko yang terjadi minggu lalu mempengaruhi fluktuasi harga Bitcoin. Ketegangan antara AS dan Iran, termasuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Arab Saudi serta kebuntuan dalam perundingan perdamaian, telah menimbulkan kekhawatiran akan inflasi. Situasi ini memengaruhi keputusan Federal Reserve (the Fed) tidak memangkas suku bunga, yang kemudian memengaruhi harga kripto secara keseluruhan.

Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, para analis memperkirakan bahwa harga kripto masih memiliki potensi untuk turun lebih lanjut, dengan Bitcoin bisa mencapai level USD 60.000. Namun, penurunan ketegangan dalam konflik AS-Iran dan penurunan harga minyak dapat memicu reli Bitcoin di atas USD 70.000. Pasar kripto tetap berada dalam kondisi volatile dan dipengaruhi oleh berita utama yang terjadi di berbagai belahan dunia, sehingga perkembangan selanjutnya masih perlu dipantau dengan cermat.

Source link